Meski ada penurunan, harga tetap dibayangi kekhawatiran setelah otoritas maritim AS mengeluarkan peringatan keras agar kapal-kapal berbendera Paman Sam menjauhi perairan teritorial Iran guna menghindari potensi konfrontasi fisik.
Ketegangan ini menjadi sangat sensitif karena Selat Hormuz merupakan urat nadi bagi 20 persen konsumsi minyak global. Jika jalur antara Oman dan Iran ini terganggu, pasokan ke pasar Asia dari negara-negara OPEC akan tersendat secara drastis.
Di sisi lain, rencana Uni Eropa untuk memperluas sanksi minyak Rusia hingga ke pelabuhan di Indonesia dan Georgia menambah kompleksitas ketidakpastian ekonomi yang harus dihadapi para investor saat ini.[dit]
