Tahun 2026: Indonesia-Tiongkok Perkuat Relasi Lewat Simbolisme Budaya dan Teknologi

"Tahun 2026: Indonesia-Tiongkok Perkuat Relasi Lewat Simbolisme Budaya dan Teknologi"
Tahun 2026: Indonesia-Tiongkok Perkuat Relasi Lewat Simbolisme Budaya dan Teknologi. (Dok. KBRI Beijing)

FAKTANASIONAL.NET, INTERNASIONAL – Standar siaran televisi di Tiongkok biasanya dikenal sangat presisi, terukur, dan jarang menyisakan ruang bagi improvisasi.

Namun, sebuah momen “pecah” terjadi dalam siaran langsung CGTN baru-baru ini.

Presenter Ioana Gomoi mendadak menyodorkan maskot resmi Gala Festival Musim Semi CMG 2026 kepada Duta Besar RI untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun, dan sang istri, Wiwik Oratmangun.

Kejutan kecil itu seketika mengubah suasana wawancara formal menjadi obrolan hangat layaknya pertemuan kawan lama.

Momen ini seolah membuktikan mengapa KBRI Beijing sempat dijuluki sebagai “the happiest embassy” di ibu kota Tiongkok tersebut menjadi sebuah diplomasi yang melampaui formalitas protokoler.

Baca Juga: Kerjasama Bilateral dengan AS, Presiden : Fokus Pada Penguatan Sektor Industri Tanah Air

Dalam perbincangan tersebut, Dubes Djauhari memberikan perspektif menarik mengenai Gala Festival Musim Semi—tontonan yang setiap tahunnya menyedot perhatian ratusan juta pasang mata.

Baginya, rahasia sukses Tiongkok dalam mengekspor budayanya adalah keberanian memadukan akar tradisi dengan teknologi mutakhir.

“Gala CMG adalah representasi bagaimana budaya dapat dikemas dalam skala yang luar biasa, dengan standar artistik dan teknologi yang sangat tinggi. Ini merupakan sebuah pengalaman budaya yang modern dan kolektif,” ujar Djauhari, Rabu (18/2/2026).

Alih-alih merasa terancam oleh modernitas, Djauhari melihat teknologi sebagai “napas baru” bagi cerita lama agar tetap bisa diterima oleh generasi global.

Exit mobile version