Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa misi utama pertemuan ini adalah menciptakan iklim investasi yang kondusif namun tetap menguntungkan kepentingan dalam negeri, dilansir pada 21 Februari 2026.
Prabowo berkomitmen membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya guna membangun rantai ekonomi yang mampu menyerap tenaga kerja secara masif.
Dengan narasi yang percaya diri, Indonesia kini siap bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan baru dunia yang stabil dan prospektif bagi para pemain infrastruktur maupun teknologi global.
Pertemuan di Washington ini menegaskan fase baru Indonesia: negara yang tidak hanya menunggu investasi datang, tetapi aktif menjemput bola dengan tawaran kolaborasi yang saling menguntungkan bagi kesejahteraan rakyat dan kemajuan industri nasional.[dit]











