FAKTANASIONAL.NET – Indonesia dan Jepang resmi menggelar Second Indonesia–Japan Cooperation Dialogue (IJCD) sebagai langkah penguatan kemitraan ekonomi strategis di tengah dinamika global.
Pertemuan yang dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha C. Nasir dan Wamenlu Jepang Akahori Takeshi ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan “2+2” Menteri Luar Negeri dan Pertahanan kedua negara pada November 2025.
Dialog ini difokuskan pada penguatan sinergi di sektor prioritas seperti perdagangan, investasi, transisi energi, ekonomi maritim, serta pengembangan industri strategis.
Jepang tetap diposisikan sebagai mitra kunci dalam agenda hilirisasi industri dan transformasi ekonomi berkelanjutan di Indonesia.
Fokus pada Stabilitas Rantai Pasok dan Teknologi
Kedua negara sepakat untuk memperkuat stabilitas rantai pasok kawasan melalui kolaborasi di sektor-sektor masa depan. Beberapa poin utama yang disepakati meliputi:
-
Energi Bersih dan Ekonomi Digital: Mendorong investasi pada proyek transisi energi dan infrastruktur digital strategis.
-
Emerging Technologies: Pemanfaatan teknologi baru untuk meningkatkan daya saing dan ketahanan ekonomi terhadap disrupsi global.
-
Pembangunan Infrastruktur: Kelanjutan kerja sama teknis dan pembiayaan untuk proyek-proyek strategis nasional.
Pertemuan ini juga menggarisbawahi visi kedua negara dalam membangun kemitraan yang inklusif di kawasan Indo-Pasifik, mempertegas status hubungan yang telah meningkat menjadi Comprehensive Strategic Partnership sejak 2023.
