FAKTANASIONAL.NET – Laporan keuangan 2023–2024 milik Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menjadi sorotan publik setelah beredar luas di media sosial X dan Threads. Warganet memperdebatkan sejumlah pos anggaran, khususnya belanja untuk amil serta perjalanan dinas yang dinilai mengalami lonjakan signifikan.
Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, menyebut kenaikan anggaran tersebut perlu penjelasan terbuka kepada publik. Menurutnya, sebagai lembaga yang mengelola dana zakat umat, Baznas harus mengedepankan prinsip efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas.
“Belanja untuk amil harus proporsional dan sesuai ketentuan. Kalau ada kenaikan signifikan, publik berhak tahu apa urgensinya,” ujar Uchok dalam keterangannya, Rabu (4/3/2026).
Dalam dokumen yang beredar, anggaran makan dan minum amil pada 2023 tercatat sekitar Rp2,1 miliar. Pada 2024, angka itu disebut meningkat menjadi lebih dari Rp3 miliar atau naik sekitar Rp916 juta.
Kenaikan ini memicu kritik karena dianggap tidak mencerminkan semangat penghematan dalam pengelolaan dana zakat. Sejumlah warganet membandingkan angka tersebut dengan potensi bantuan sosial yang bisa disalurkan kepada mustahik—mulai dari paket sembako hingga bantuan pendidikan anak yatim.
Namun, sebagian pihak juga mengingatkan bahwa belanja operasional, termasuk konsumsi dalam kegiatan resmi, merupakan bagian dari kebutuhan organisasi. Meski demikian, transparansi rincian penggunaan anggaran dinilai menjadi kunci untuk meredam polemik.











