Wamenkeu Juda Agung: Defisit APBN Aman di Bawah 3% Meski Harga Minyak Global Bergejolak

Wamenkeu, Juda Agung/ Dok. Kemenkeu

“Stress-test yang kami lakukan pada skenario yang cukup plausible itu menunjukkan bahwa defisit masih terjaga di bawah 3 persen,” tambahnya.

Diversifikasi Utang: Masuk ke Euro dan Renminbi

Untuk memperkuat sisi pembiayaan, pemerintah mulai mengurangi ketergantungan pada Dolar AS dengan mendiversifikasi sumber pendanaan melalui mata uang lain.

Langkah terbaru menunjukkan keberhasilan pemerintah dalam menjaring investor global dengan biaya pinjaman yang kompetitif.

“Minggu lalu kami baru saja menerbitkan global bonds sejumlah USD4,5 miliar equivalent tapi dalam mata uang Euro dan Renminbi. Untuk Renminbi yield-nya antara 2-3 persen dan untuk Euro itu 4-5 persen. Ini masih sangat bagus sekali untuk pasar global kita,” jelas Juda.

Peran Danantara dalam Manajemen Makro

Satu perubahan signifikan dalam struktur manajemen ekonomi tahun ini adalah munculnya entitas Danantara. Jika sebelumnya investasi pemerintah sepenuhnya masuk dalam akun belanja APBN, kini beban investasi tersebut mulai dialihkan ke badan baru ini.

Juda menjelaskan bahwa peran Danantara kini menjadi bagian dari strategi manajemen makroekonomi Indonesia. Hal ini memungkinkan belanja APBN lebih difokuskan pada sektor konsumsi pemerintah dan penguatan kesejahteraan masyarakat menengah ke bawah.

“Danantara ini sekarang memiliki peran yang penting. Kalau dulu investasi yang dilakukan oleh pemerintah akhirnya masuk di APBN, sekarang kan ada di Danantara,” tutupnya.

Exit mobile version