FAKTANASIONAL.NET – Militer Iran meningkatkan intensitas serangannya terhadap kelompok oposisi Kurdi yang berbasis di wilayah Kurdistan, Irak Utara.
Menggunakan setidaknya tiga misil, serangan ini menyasar markas besar pasukan yang dianggap sebagai kelompok kontra-revolusi.
Laporan terbaru pada 5 Maret 2026 mengonfirmasi satu orang tewas dan beberapa lainnya luka-luka akibat hantaman rudal tersebut pada Selasa dan Rabu.
Serangan ini terjadi di tengah rumor bahwa Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump berencana mempersenjatai pasukan Kurdi untuk melawan pengaruh Iran.










