“Kita melihat kecenderungan anak-anak saat ini memiliki tingkat ketergantungan yang tinggi terhadap gadget. Karena itu, kebijakan pemerintah untuk membatasi dan mengendalikan penggunaan platform digital tertentu merupakan langkah yang sangat positif,” jelasnya.
Menyeimbangkan Manfaat dan Risiko Teknologi
Meski mendukung pembatasan ketat bagi anak, Subki tetap mengakui bahwa teknologi digital adalah pedang bermata dua yang memberikan kemudahan luar biasa bagi aktivitas manusia jika digunakan secara tepat.
Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana tetap memetik manfaat kemajuan teknologi tanpa mengorbankan kualitas pertumbuhan mental anak-anak.
“Perkembangan teknologi digital saat ini memberikan banyak kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan. Banyak pekerjaan manusia menjadi lebih ringan karena terbantu oleh teknologi,” tandas Subki.
Melalui dukungan ini, Komisi E DPRD DKI Jakarta berharap orang tua juga semakin proaktif dalam mengawasi penggunaan perangkat digital di lingkungan keluarga, selaras dengan semangat PP Tunas yang baru diterbitkan tersebut.
