Keamanan anggota majelis menjadi prioritas utama guna menghindari serangan udara yang sempat menghancurkan beberapa bangunan strategis di kota suci Qom.
Nama putra Ali Khamenei, Mojtaba Khamenei, menjadi kandidat yang paling santer dibicarakan. Memiliki pengaruh besar di lingkungan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Mojtaba dianggap memenuhi kriteria sebagai sosok yang “dibenci musuh”.
Meskipun Donald Trump sempat melontarkan penolakan, posisi Mojtaba di lingkaran dalam kekuasaan Iran tetap tak tergoyahkan.[dit]
