Orang Tua Wajib Tahu! Cara Manfaatkan THR untuk Masa Depan Anak

Allianz Indonesia bagikan tips kelola THR untuk dana pendidikan anak sejak dini/dok.ist

FAKTANASIONAL.NET – Menjelang Hari Raya Idulfitri, banyak karyawan menerima Tunjangan Hari Raya (THR) dan bonus tahunan. Bagi sebagian keluarga, dana ini sering habis untuk kebutuhan Lebaran.

Padahal, sebagian THR bisa dimanfaatkan untuk rencana keuangan jangka panjang. Salah satu yang penting adalah dana pendidikan anak, karena biayanya terus meningkat setiap tahun.

Allianz Indonesia mengingatkan orang tua agar mulai merencanakan dana pendidikan sejak dini. Hal ini dibahas dalam diskusi NgobrAZ (Ngobrol Bareng Allianz) yang menghadirkan Certified Financial Planner Annisa Steviani.

Dalam diskusi tersebut, Annisa menjelaskan bahwa banyak orang tua baru memikirkan dana pendidikan saat anak sudah masuk sekolah. Padahal, perencanaan ideal seharusnya dimulai sejak anak lahir.

“Semakin cepat perencanaan dimulai, semakin ringan langkahnya,” ujar Annisa dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rabu (11/3/2026).

Ia juga mengungkapkan fakta penting. Biaya kuliah rata-rata naik sekitar 6,03 persen per tahun.

Di sisi lain, kenaikan gaji tahunan rata-rata hanya sekitar 3 persen. Artinya, biaya pendidikan meningkat lebih cepat dibandingkan pendapatan.

Jika tidak direncanakan sejak awal, kondisi ini bisa menyulitkan orang tua. Bahkan, tidak sedikit keluarga yang harus berutang ketika anak memasuki usia kuliah.

Karena itu, momen THR dapat dimanfaatkan untuk mulai menyiapkan dana pendidikan anak.

Menurut Annisa, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan orang tua. Pertama, lakukan survei sekolah yang diinginkan. Cari tahu kisaran biaya masuk dan biaya pendidikan dari jenjang TK hingga perguruan tinggi.

Kedua, siapkan rencana alternatif. Orang tua sebaiknya memiliki pilihan sekolah lain jika anak tidak diterima di sekolah utama.

Ketiga, buat perencanaan biaya pendidikan secara terstruktur. Catat estimasi biaya di setiap jenjang dan perkirakan kenaikan biayanya.

Selain itu, penting juga mempertimbangkan jarak usia anak. Hal ini membantu orang tua mengatur waktu pembayaran biaya pendidikan agar tidak menumpuk.

Annisa juga menekankan pentingnya perlindungan finansial. Menurutnya, perencanaan pendidikan bukan hanya soal menabung. Orang tua juga perlu memikirkan risiko yang dapat mengganggu rencana tersebut.

Risiko seperti sakit atau meninggal dunia dapat memengaruhi kondisi keuangan keluarga.

Exit mobile version