“Kami selalu menyampaikan komunikasi satu pintu. Keluhan-keluhan di lapangan kami sampaikan melalui grup koordinasi ketua Satgas MBG se-Jawa Timur yang beranggotakan 43 orang,” jelas Emil.
Laporan rutin yang diteruskan ke pusat tersebut bertujuan agar BGN dapat mengambil langkah konkret terhadap pengelola dapur yang nakal.
Emil berharap proses perbaikan administrasi dan fasilitas di 213 unit tersisa dapat segera tuntas agar layanan gizi masyarakat kembali normal 100 persen.
“Kami memang rutin meneruskan laporan tersebut ke BGN. Harapannya tentu ada tindakan tegas agar menjadi pembelajaran dan memberi efek jera,” pungkasnya.
