Efek Perang Timur Tengah, BI Tahan Suku Bunga di Level 4,75 Persen

Monitor pergerakan grafik nilai tukar mata uang di sebuah ruang transaksi pasar uang. Kurs rupiah di pasar spot merosot tajam hingga bertengger di level Rp17.845 per dollar AS, memicu volatilitas tinggi pada pergerakan IHSG akibat ancaman gelombang capital outflow oleh investor asing./Foto : Istimewa

Konflik antara Israel, Iran, dan Amerika Serikat diprediksi akan menekan pertumbuhan ekonomi global hingga melambat ke angka 3,1 persen.

Selain itu, kenaikan defisit fiskal Amerika Serikat untuk membiayai perang turut melambungkan yield US Treasury, yang pada gilirannya menekan pasar keuangan negara berkembang.

BI menegaskan akan terus memantau dinamika ini untuk memastikan stabilitas moneter dalam negeri tetap terjaga.[dit]

Exit mobile version