Jika jutaan ASN dan karyawan swasta tetap di rumah, maka pendapatan jasa transportasi dan warung makan akan anjlok drastis. Kebijakan ini dianggap hanya efektif sebagai solusi jangka pendek untuk merespons harga minyak dunia, namun berisiko merusak daya beli masyarakat kecil jika dipaksakan dalam jangka panjang.
Pemerintah ditekankan untuk membuat proyeksi yang lebih menyeluruh sebelum mengetuk palu. Sebab, tidak semua sektor pekerjaan bisa dilakukan dari jarak jauh tanpa menurunkan kualitas kinerja.
Transparansi dalam pembagian sektor mana saja yang bisa menerapkan WFH sangat dinantikan agar tidak terjadi ketimpangan. Hingga saat ini, skema tersebut masih dalam tahap penggodokan mendalam untuk memastikan produktivitas nasional tetap terjaga tanpa mematikan sektor jasa pendukung.[dit]
