15 Indikator Bukti Kekalahan AS-Israel Vs Iran

Foto ilustrasi/Scsht CNBC

DALAM sebuah laporan di The New York Times, saat ini ada 15 pangkalan militer AS di seluruh timur tengah yang hancur total. Tidak layak huni dan sudah tidak terpakai.

Kehancuran ini adalah kekalahan sangat strategis bagi AS dan Israel dalam perang melawan Iran. Bukan hanya insfratruktur dan bangunan, tapi kehancuran mental para tentaranya juga tidak kalah besar.

Apa Indikator AS dan Israel kalah dalam perang ini?

Pertama:

Misi utama yang terus berubah ubah, awalnya AS dan Israel memiliki misi yang jelas: hancurkan angkatan bersenjata Iran, bunuh semua pemimpin Iran, dan gulingkan pemerintah Iran hasil revolusi 1979. Ini semua gagal total.

Kedua:

Semua sekutu AS di seluruh timur tengah berhasil dipukul oleh Iran tanpa pandang bulu, Iran sejauh ini telah menyerang semua negara arab sekutu AS yang bersekongkol dan memberikan akses bagi AS untuk menyerang Iran. Mulai dari UAE, Arab Saudi, Qatar, Bahrain, Jordan, sampai Kuwait.

Ketiga:

Iran telah melemahkan semua sekutu AS di seluruh timur tengah, Iran telah menyerang semua negara arab sekutu AS di timur tengah dengan lebih 4.000 Balistik dan Drone selama sebulan perang ini. Ini diluar jumlah balistik dan rudal yang dipakai Iran untuk menyerang seluruh wilayah Israel.

Keempat:

Pembunuhan para pemimpin Iran tidak berjalan dengan baik dan sesuai rencana. Sebulan perang berlangsung, Israel hanya mampu membunuh kurang dari 30% pemimpin elit Iran. Padahal sebulan ini adalah masa masa peak perang berlangsung.

Kelima:

Pembunuhan para pemimpin Iran terbukti sama sekali tidak mempengaruhi kualitas kepemimpinan politik dan militer di Iran, balistik dan drone Iran terus menghujani Israel dan semua negara arab sekutunya setiap 3jam sekali setiap hari selama sebulan. Ini kuantitas dan kualitas serangan yang luar biasa yang ditunjukkan Iran di lapangan.

Keenam:

AS dan Israel gagal menetapkan peta jalan penggantian rezim Iran, dan saat ini semua pemimpin politik dan militer di Iran masih satu komando dibawah Ayatollah Mojtaba Khamenei dan para pemimpin IRGC, yang secara de facto memimpin dan mengarahkan taktis perang di lapangan.

Ketujuh:

Israel dan AS terus menganggap pembunuhan pemimpin Iran adalah prestasi perang, padahal itu sama sekali tidak berefek apapun pada realitas di lapangan. Perlawanan Iran bukan melemah, tapi justru lebih kuat dan meluas sampai Hizbullah Lebanon dan Milisi Pro Iran di Irak. Dst.

Kedelapan:

Exit mobile version