Wamen Dikdasmen Tinjau Persiapan TKA di Bali: “Bukan Penentu Kelulusan, Tapi Uji Nalar Kritis”

/Dok. Kemendikdasmen

“Yang membahagiakan saya adalah adik-adik paham apa inti dari TKA ini. Bukan nilainya, bukan skornya, tetapi model soal TKA yang dipandang lebih cocok dengan kepentingan ke depan seperti berpikir kritis, logis, dan aplikatif,” tambahnya.

Digitalisasi dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Selain memantau persiapan ujian, Wamen Fajar juga meninjau pemanfaatan teknologi Interactive Flat Panel (IFP) di ruang kelas.

Salah satu siswa mengungkapkan bahwa visualisasi melalui IFP membuat materi cerita menjadi “lebih hidup” karena tidak hanya berupa teks, tetapi juga tayangan audiovisual.

Di SMPN 2 Amlapura, implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menjadi sorotan. Anindita, siswa kelas VIII, mengapresiasi program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut karena membantu asupan gizi sekaligus menghemat uang saku.

“Terima kasih Bapak Presiden Prabowo atas program ini. Harapannya, MBG terus berlanjut dan semakin membaik,” tutur Anindita.

Revitalisasi Sekolah: Membangun Peradaban

Menutup rangkaian kunjungan, Wamen Fajar meresmikan revitalisasi satuan pendidikan di Kantor Bupati Karangasem.

Ia menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, pendidikan merupakan prioritas utama pembangunan nasional.

Fajar, yang juga merupakan alumni sekolah Muhammadiyah, mendorong para siswa untuk percaya diri dalam menatap masa depan dan berani bermimpi menjadi pejabat publik.

“Hari ini kita tidak sekadar meresmikan program. Kita sedang menegaskan satu hal penting: bahwa kemajuan daerah dimulai dari ruang-ruang kelas. Mari kita jadikan momentum ini sebagai titik awal perubahan. Karena sejatinya, membangun sekolah berarti membangun masa depan,” pungkasnya.

Exit mobile version