Seluruh jajaran diminta tetap waspada dan tidak mudah terprovokasi oleh hujatan, melainkan menjadikannya pengingat untuk terus berhati-hati dan mawas diri.
Presiden Soroti Transformasi Ancaman Siber Melalui Teknologi Generative AI
Dalam taklimat terbaru di kompleks Istana Kepresidenan, Presiden Prabowo Subianto memaparkan pergeseran paradigma ancaman kedaulatan dari serangan fisik ke serangan informasi berbasis AI. Gaya Analitis (Lebih Formal & Serius)
Beliau menggarisbawahi bagaimana kecerdasan buatan telah digunakan untuk memproduksi konten palsu (deepfake) yang sangat meyakinkan seoalah-olah real.
Prabowo mengidentifikasi adanya pemanfaatan strategi intelijen dalam ruang digital melalui pembentukan echo chambers. Dengan biaya yang relatif murah, aktor tertentu dapat menduplikasi ribuan identitas digital untuk menciptakan kegaduhan nasional.
”Kalau kita difitnah atau dihujat, anggaplah itu sebagai peringatan supaya kita waspada,” tegas Presiden.
Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bagi birokrasi Indonesia untuk memperkuat literasi digital dan sistem verifikasi informasi guna membentengi publik dari narasi-narasi buatan yang menyesatkan.(Van)
