Dukung Kemandirian dan Ketahanan Pangan, Kampus Diminta Percepat Hilirisasi Teknologi Pertanian

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman saat menghadiri Idul Fitri FunFest 2026 yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember IKA ITS) di Jakarta, Sabtu (11/4/2026)/Mut.

“Kampus harus hadir dengan aksi nyata, bukan seremoni,” ungkapnya.

Secara khusus, Amran meminta Institut Teknologi Sepuluh Nopember untuk mengambil peran lebih besar dalam pengembangan teknologi terapan, termasuk penyediaan alat dan mesin pertanian, serta inovasi kendaraan berbasis energi baru.

Ia mencontohkan pengembangan traktor perahu dan alat panjat kelapa hasil inovasi ITS yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut melalui penyempurnaan teknologi dan produksi massal.

Pemerintah, lanjutnya, siap memberikan dukungan penuh terhadap inovasi dalam negeri, asalkan institusi pendidikan berani melakukan produksi dalam skala besar serta menjamin kualitas produk yang dihasilkan.

Selain itu, Amran menekankan pentingnya kolaborasi antarperguruan tinggi tanpa sekat institusional, demi mendorong kemandirian nasional. Ia mengajak seluruh kampus dan alumni untuk bersinergi dalam menghasilkan riset yang relevan dengan kebutuhan bangsa.

“Kelemahan kita di kampus adalah tidak mampu mengkomunikasikan apa yang kita ciptakan dan harus melihat pasar,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Amran mengajak seluruh elemen akademik untuk bergerak bersama dalam memperkuat hilirisasi inovasi berbasis kebutuhan nasional guna mendukung ketahanan pangan Indonesia.[Mut]

Exit mobile version