Isi Ulang Sebagai Solusi Jangka Panjang
Di tengah ketidakpastian harga bahan baku, model bisnis yang lebih efisien mulai dilirik sebagai strategi bertahan hidup.
Direktur PT Biru Semesta Abadi (Air Minum Biru), Yantje Wongso, menilai bahwa pendekatan berbasis penggunaan ulang (reuse) dan isi ulang (refill) kini menjadi langkah adaptif yang krusial.
Sebagai penyedia layanan air minum isi ulang yang menggunakan galon milik pelanggan, Air Minum Biru merasa lebih terlindungi dari fluktuasi harga plastik baru.
“Ketika pasokan dan harga menjadi tidak pasti, sistem yang lebih efisien dalam penggunaan sumber daya akan menjadi keunggulan. Reuse dan refill bukan hanya alternatif, tapi bagian dari solusi jangka panjang,” kata Yantje.
Ia menambahkan bahwa ketahanan sistem menjadi kunci utama dalam menghadapi krisis rantai pasok global.
“Kami sejak awal membangun model bisnis yang meminimalkan ketergantungan pada plastik baru, sehingga lebih adaptif terhadap perubahan di rantai pasok,” pungkasnya.
