Program ini hadir untuk menjawab keresahan masyarakat bantaran sungai. Sebelumnya, kondisi ekonomi nelayan sempat terpuruk dengan fenomena “gulung waring” di Kampung Perikanan Sungai Gerong, sebuah istilah untuk kegagalan usaha budidaya akibat rusaknya ekosistem lingkungan.
Alih-alih memberikan bantuan instan, Pertamina menerapkan pendekatan holistik dari hulu ke hilir. Strategi ini mencakup penguatan ketersediaan benih, perbaikan tata kelola budidaya, hingga pengembangan pakan mandiri guna menekan biaya operasional. Hasilnya kini mulai terlihat nyata; sebanyak 30 sentra perikanan terintegrasi telah terbentuk.
Langkah ini tidak hanya menyelamatkan populasi ikan Belida, tetapi juga meningkatkan nilai ekonomi dan kemandirian masyarakat lokal secara berkelanjutan.[dit]
