Selain itu, Jepang akan membiayai pembangunan tangki penyimpanan energi guna meningkatkan kapasitas cadangan nasional negara-negara mitra seperti Filipina, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam.
Sanae Takaichi menekankan bahwa Jepang dan ASEAN terhubung erat dalam rantai produksi berbagai komoditas penting, mulai dari peralatan medis hingga bahan baku plastik.
Gangguan kecil di Asia Tenggara dapat memicu krisis produksi di Jepang. Mengingat 90% minyak mentah yang melewati Selat Hormuz ditujukan untuk Asia, ketahanan energi di ASEAN menjadi kunci utama.
Jepang sendiri berencana melepas 36 juta barel cadangan minyak nasionalnya mulai Mei mendatang untuk menjaga stabilitas pasar tanpa mengganggu pasokan domestik.
Melalui inisiatif “AZEC Plus” ini, Jepang mempertegas perannya sebagai mitra strategis yang memastikan bahwa transisi energi dan ketahanan pasokan di Asia tetap terjaga di tengah ketidakpastian geopolitik dunia.[dit]
