Krisis Solar Subsidi di Kalbar: Distribusi Logistik Terancam Lumpuh, Harga Pokok Mulai Tercekik

Jika kondisi ini dibiarkan, distribusi logistik di Kalimantan Barat berada di ambang kelumpuhan.

Beban operasional yang tidak sebanding dengan upah angkut membuat para sopir di ambang keputusan untuk berhenti beroperasi.

Dampak yang mulai terasa meliputi:

– Kenaikan Harga Logistik: Pengusaha angkutan terpaksa menaikkan tarif untuk menutupi biaya BBM non-subsidi (Dexlite).

– Lonjakan Harga Bahan Pokok: Biaya kirim yang mahal langsung dibebankan pada harga jual barang di pasar.

– Kerentanan Pedagang Kecil: Pedagang eceran terjepit di antara harga pemasok yang naik dan daya beli masyarakat yang menurun.

Ali Jenggot memperingatkan bahwa jika distribusi logistik terganggu karena sopir enggan jalan, maka seluruh rantai ekonomi Kalimantan Barat akan ikut terseret ke dalam krisis yang lebih dalam.

Pemerintah diharapkan segera bertindak tegas memberantas mafia solar dan memastikan distribusi subsidi tepat sasaran bagi mereka yang menggerakkan roda ekonomi daerah.

 

 

Exit mobile version