Beliau memastikan bahwa BNPB akan terus melakukan pendampingan melekat di setiap kabupaten dan kota agar proses administrasi tidak menghambat penyaluran bantuan.
“Apakah ini yang pertama dan terakhir? Tentu saja tidak. Masih banyak warga masyarakat Tapanuli Tengah yang rumahnya rusak ringan dan sedang namun belum mendapatkan bantuan hari ini,” kata Suharyanto.
“Tapi jangan khawatir, bukan berarti mereka dilupakan, melainkan hanya menunggu giliran saja. Hal ini dikarenakan data yang diberikan dari pemerintah daerah belum seluruhnya masuk ke BNPB,” jelasnya menambahkan.
Penyediaan Huntap untuk Rumah Rusak Berat
Di samping penyaluran dana stimulan perbaikan rumah, Pemerintah saat ini juga tengah mempercepat proses pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga yang kehilangan tempat tinggal karena rusak berat atau hanyut, termasuk yang tinggal di kawasan zona rawan bencana.
Penyediaan hunian secara permanen ini menjadi langkah nyata yang dilakukan oleh pemerintah dalam rangka memberikan kembali tempat tinggal untuk kehidupan yang lebih baik pascabencana.
Di Provinsi Aceh, pembangunan huntap ditargetkan mencapai 18.354 unit. Sementara itu, di Sumatra Utara sebanyak 6.432 unit, dan di Sumatra Barat sebanyak 4.186 unit saat ini tengah dalam proses pembangunan, sesuai permohonan dari tiap-tiap pemerintah kabupaten/kota yang terdampak.
Berdasarkan aspek kebutuhan, hunian tetap ini setara dengan rumah tipe 36 yang memiliki dua kamar tidur, satu kamar mandi, dapur menyatu dengan tempat cuci piring di bagian belakang, dan taman kecil di depan rumah.
Di samping itu, lokasi pembangunan huntap ini dipastikan aman dari potensi bencana banjir dan tanah longsor serta memiliki ketahanan terhadap gempabumi karena dibangun dengan material yang kokoh berkualitas seperti bata merah, pondasi batu kali sebagai penyangga bangunan yang kuat ditambah tulangan besi sebagai pengikat antar dinding. Lantainya pun menggunakan keramik yang tidak hanya berfungsi sebagai alas, tetapi juga memberikan kebersihan dan kenyamanan bagi calon penghuninya.
Selain fokus pada hunian, BNPB bersama TNI, Polri, dan Kementerian PUPR juga terus bersinergi dalam menangani infrastruktur vital, seperti normalisasi sungai dan perbaikan jembatan guna mengantisipasi ancaman bencana susulan.
Abdul Muhari, Ph.D. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB
