Buntut Tabrakan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi, Pemerintah Evaluasi Total Sistem Keselamatan dan Taksi Green SM

Seskab Teddy Indra Wijaya (Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)

Tanggapan Pihak Taksi Green SM

Manajemen Green SM Indonesia menyatakan keprihatinan mendalam atas keterlibatan armada mereka dalam insiden di perlintasan sebidang tersebut.

Melalui pernyataan resmi di media sosial, perusahaan berkomitmen untuk kooperatif selama proses penyelidikan.

“Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang, serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung,” tulis pernyataan resmi Green SM Indonesia melalui akun @id.greensm.

Kronologi Kejadian: Berawal dari Perlintasan Sebidang

Kecelakaan berantai ini bermula saat sebuah mobil taksi Green SM tertemper rangkaian KRL relasi Bekasi-Cikarang di perlintasan sebidang JPL 85.

Akibat benturan tersebut, KRL mengalami kerusakan dan harus dievakuasi sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB 5181).

Situasi darurat ini memaksa petugas memberhentikan satu rangkaian KRL lainnya (PLB 5568) arah Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur.

Namun, di saat yang bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) tujuan Surabaya yang melintas di jalur tersebut tidak sempat berhenti sepenuhnya, sehingga terjadi benturan dengan rangkaian KRL PLB 5568 yang sedang berhenti.

Kini, pemerintah fokus pada perbaikan sistem keselamatan di perlintasan sebidang dan sinkronisasi jadwal perjalanan kereta pasca-insiden tersebut.

Exit mobile version