Pilih Jalan Berbeda, Ribuan Buruh dan Petani Kepung DPR Tolak Perayaan May Day di Monas

/dok. rmol

FAKTANASIONAL.NET – Gelombang massa yang terdiri dari ribuan buruh, petani, dan aktivis kemanusiaan memilih untuk memusatkan aksi peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (1/5/2026).

Massa secara tegas menolak bergabung dalam perayaan resmi di kawasan Monas yang dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto.

Sejumlah organisasi besar tampak memadati Jalan Gatot Soebroto, di antaranya Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI), Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA), SINDIKASI, hingga Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA).

Sekretaris Jenderal KPA, Dewi Kartika, mengungkapkan bahwa ketidakhadiran mereka di Monas adalah bentuk protes atas stagnannya kesejahteraan rakyat kecil di bawah kebijakan saat ini.

“Kami memilih untuk berbeda. Bersama 400 petani Pasundan, Serikat Petani Karawang, dan Serikat Petani Majalengka, kami tidak ikut aksi di Monas karena situasi buruh, petani, dan nelayan belum banyak berubah,” tegas Dewi dalam orasinya di atas mobil komando.

Pernyataan Dewi tersebut disambut riuh oleh ribuan demonstran yang serentak meneriakkan, “Hidup buruh, hidup petani, hidup rakyat yang melawan.”

Tuntutan Reformasi Sistemik

Keputusan untuk tetap berada di jalur jalanan, menurut Dewi, merupakan pilihan ideologis demi menyuarakan hak-hak yang selama ini dianggap terabaikan.

Dewi kembali menegaskan posisi mereka terhadap agenda pemerintah di Monas.

Exit mobile version