FAKTANASIONAL.NET – Ekonomi Amerika Serikat kembali menghadapi tekanan hebat setelah inflasi konsumen melonjak ke level tertinggi dalam tiga tahun terakhir.
Data terbaru dari US Bureau of Labor Statistics (BLS) menunjukkan Consumer Price Index (CPI) meningkat tajam menjadi 3,8% secara tahunan (yoy) pada April 2026, naik signifikan dari angka 3,3% pada bulan sebelumnya. Pemicu utama lonjakan ini adalah krisis energi global yang dipicu oleh eskalasi konflik militer antara AS, Israel, dan Iran di Timur Tengah.
Gangguan distribusi di Selat Hormuz, yang merupakan jalur bagi 20% pasokan minyak dunia, menyebabkan indeks harga energi di AS melambung hingga 17,9%. Sebagaimana dilaporkan oleh para analis ekonomi, kondisi ini berdampak langsung pada biaya operasional di berbagai sektor, termasuk kenaikan harga pangan sebesar 3,2%.
Konsumen kini harus menanggung beban tambahan tidak hanya pada harga bahan bakar di pompa bensin, tetapi juga pada tagihan listrik dan belanja kebutuhan pokok harian.
