Beruntungnya, masyarakat tidak perlu panik berlebihan terkait penularan. Feria menegaskan bahwa transmisi virus ini murni terjadi dari tikus ke manusia, bukan melalui kontak antarmanusia.
“Penularannya dari tikus ke manusia, sehingga masyarakat tidak perlu panik, namun tetap harus waspada,” jelasnya.
Merespons temuan ini, Dinas Kesehatan Ketapang segera bergerak cepat. Tim medis langsung diterjunkan untuk melacak dan memeriksa kondisi warga yang bermukim di sekitar lokasi kasus perdana tersebut.
Hasilnya membawa sedikit kelegaan, sebab tidak ditemukan tambahan kasus positif baru di wilayah pemukiman itu.
Walaupun penyebarannya belum meluas, dr. Feria terus mengimbau warga agar proaktif dalam menjaga kebersihan lingkungan dan sanitasi pribadi. Makanan dan minuman harus dijaga ketat dari kemungkinan kontaminasi urine maupun kotoran tikus, yang menjadi agen utama penyebar virus.
Warga juga diingatkan untuk memastikan hunian terbebas dari tumpukan sampah dan menutup rapat segala akses yang berpotensi menjadi celah masuknya tikus ke dalam rumah.[dit]
