“Pihak Lapas Kelas IIA Cibinong memastikan bahwa pemberian hak pendidikan ini berjalan sangat objektif, transparan, dan pastinya tanpa ada perlakuan khusus,” ujar Rika.
Menurutnya, seluruh penghuni lapas memiliki porsi kesempatan yang sama persis untuk mengakses program pembinaan.
Sejak tahun 2024 silam, fasilitas pendidikan di Lapas Cibinong memang terus digalakkan. Tercatat sebanyak 88 narapidana telah difasilitasi untuk mengikuti pendidikan formal kejar paket A, B, hingga C.
Langkah konkret Lapas Cibinong dalam memajukan pendidikan narapidana diwujudkan lewat kerja sama strategis dengan Sekolah Tinggi Teologi Global Glow Indonesia (STTGGI).
Kolaborasi ini secara khusus menghadirkan program beasiswa untuk jenjang S1 dan S2 jurusan Teologi bagi para warga binaan beragama Nasrani, termasuk Ferdy.
Program akademik ini bukanlah sekadar rutinitas untuk mengisi waktu luang di dalam sel. Ditjenpas menilai langkah ini sebagai wujud nyata pembinaan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. [dit]
