Prabowo bahkan sempat melempar seloroh jenaka kepada Verrel mengenai penampilannya yang menyerupai warga Bali. Sejumlah legislator lain seperti Abdul Haris, Alex Indra Lukman, Eko Hendro Purnomo, Muhammad Hatta, dan Sigit Purnomo Syamsuddin Said juga tidak luput dari sapaan hangat sang Kepala Negara.
Sorotan utama beralih ketika Presiden mulai mengabsen para kepala daerah di wilayah Jawa Timur. Di hadapan Gubernur Jatim Chofifah Indar Parawansa beserta jajaran Forkopimda—termasuk Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto, dan Kajati Jatim Abdul Qohar—Prabowo merinci barisan bupati dan wali kota yang hadir.
“Ini daftar pejabat yang hadir panjang sekali ini. Jumlahnya cukup banyak, 67 nama,”ujarnya.
Mulai dari pimpinan wilayah Surabaya, Mojokerto, Kediri, hingga Malang terpantau hadir di lokasi. Namun, absennya beberapa kepala daerah memicu perhatian serius dari Presiden.
“Ada izin nggak? Sekarang pejabat kalau ke luar negeri harus izin presiden juga nggak ya? Harus izin ya? Izin Mendagri? Coba dicek ya,” tegasnya.
Merespons hal tersebut, Presiden langsung meminta Mendagri Tito Karnavian untuk melakukan evaluasi ketat terkait perizinan para pejabat yang tidak hadir. Sembari berkelakar namun sarat akan pesan disiplin, ia meminta agar dicek apakah ketidakhadiran mereka karena urusan dinas luar negeri atau hal lain.
Prabowo menegaskan bahwa setiap perjalanan ke luar negeri bagi pejabat daerah wajib mengantongi izin resmi, seraya meminta kepastian mengenai transparansi sumber anggaran yang digunakan.[dit]
