Penyerahan kunci secara simbolis dilakukan oleh Presiden kepada Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, yang kemudian diteruskan langsung kepada Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono.
Tidak sekadar menyerahkan armada terbang, Presiden turut memastikan ketersediaan sederet teknologi militer pendukung.
Persenjataan canggih seperti Radar GCI GM403, Rudal Udara-ke-Udara Jarak Jauh (BVR) Meteor, hingga Smart Weapon AASM Hammer yang melengkapi daya tempur Rafale, turut diserahkan. Usai seremoni penyerahan kunci, Prabowo langsung meninjau area kokpit pesawat dan memeriksa kesiapan persenjataan modern tersebut.
Dalam agenda kenegaraan ini, Presiden dikawal oleh jajaran petinggi kabinet, termasuk Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, serta Panglima TNI.
Sebagai catatan, pengadaan alutsista ini merupakan wujud nyata dari manuver Kementerian Pertahanan yang telah memborong total 42 unit jet tempur Rafale buatan Dassault Aviation, menyusul telah efektifnya kontrak pembelian tahap ketiga untuk 18 unit terakhir.[dit]
