Menguak Sejarah 20 Mei: Mengapa Budi Utomo Jadi Simbol Hari Kebangkitan Nasional?

Menguak Sejarah 20 Mei: Mengapa Budi Utomo Jadi Simbol Hari Kebangkitan Nasional?(dok.komdigi)

Momentum ini juga didorong oleh faktor eksternal, termasuk kemenangan Jepang atas Rusia pada 1905 yang membakar optimisme bangsa Asia.

Secara legalitas, Harkitnas pertama kali dicetuskan oleh Presiden Soekarno pada 20 Mei 1948 di Yogyakarta untuk menyuntikkan moral persatuan di tengah agresi pascakemerdekaan. Aturan ini kemudian dikukuhkan lewat Keppres Nomor 316 Tahun 1959.

Memasuki usia peringatan ke-118 pada tahun 2026 ini, pemerintah mengusung tema agung “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”.

Pesan sentral dari tajuk ini adalah panggilan mendesak bagi generasi muda untuk tampil sebagai garda terdepan. Di tengah masifnya disrupsi teknologi dan dinamika geopolitik global, tunas bangsa memegang peranan krusial untuk memastikan kedaulatan Indonesia tidak tergerus oleh penjajahan bentuk baru.[dit]

Exit mobile version