Ia menggarisbawahi bahwa di balik setiap helai kain sasirangan, tersimpan narasi sejarah dan tradisi yang harus terus direlevansikan dengan tuntutan pergerakan zaman.
Sang Wali Kota menaruh ekspektasi tinggi agar panggung kompetisi ini sanggup memicu terobosan motif-motif segar.
Tujuannya sangat terukur: memperkokoh daya saing komoditas lokal ini agar dapat mempenetrasi pasar yang lebih luas, baik di level regional maupun nasional.
Pada kesempatan krusial yang sama, Ketua Dekranasda Hj. Neli Listriani melontarkan apresiasi mendalam atas rekam jejak LDMS yang sukses dipertahankan hingga menyentuh usia sembilan tahun.
Konsistensi penyelenggaraan di Banjarmasin dinilai sebagai parameter sahih bahwa ekosistem pengrajin dan desainer lokal terus berdenyut progresif dari tahun ke tahun.
Pelaksanaan grand final tahun 2026 pada akhirnya bukan sekadar ajang seremonial tahunan belaka. Momen ini merupakan manifestasi strategi riil Pemerintah Kota Banjarmasin dalam mengawinkan preservasi budaya peninggalan leluhur dengan misi akselerasi industri kreatif yang bertumpu pada kearifan lokal.[dit]
