Kalbar  

Sembilan Wali Kota se-Kalimantan Kumpul di Pontianak Bahas Penguatan Fiskal Daerah

Sembilan wali kota se-Kalimantan kumpul di Pontianak bahas penguatan fiskal daerah dalam Raker Komwil V APEKSI 2026 guna tingkatkan layanan publik.
Sembilan wali kota se-Kalimantan kumpul di Pontianak bahas penguatan fiskal daerah dalam Raker Komwil V APEKSI 2026 guna tingkatkan layanan publik. (Dok. Ist)

PONTIANAK, FAKTANASIONAL.NET – Sembilan wali kota se-Kalimantan dijadwalkan berkumpul di Kota Pontianak untuk membahas strategi penguatan fiskal daerah pada 22 hingga 24 Mei mendatang.

Pertemuan strategis para kepala daerah tersebut tergabung dalam agenda Rapat Kerja Komisariat Wilayah V Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia Regional Kalimantan 2026.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyebutkan bahwa forum ini akan menyoroti secara tajam isu pembangunan perkotaan yang berkaitan langsung dengan kemampuan penguatan fiskal daerah.

Langkah percepatan ekonomi ini dinilai sangat krusial mengingat tingginya tuntutan akan peningkatan kualitas pelayanan publik serta masifnya kebutuhan pembangunan infrastruktur perkotaan.

Rapat kerja berskala regional ini secara khusus mengusung tema Fiskal Tangguh Kota Tumbuh sebagai landasan utama dalam merumuskan materi pembahasan bagi setiap perwakilan.

Forum antarpemerintah kota ini diharapkan mampu menjadi ruang terbuka untuk saling berbagi gagasan serta pengalaman praktis antar kepala daerah dalam mengelola kapasitas keuangan.

“Ketahanan fiskal ini penting agar pemerintah kota mampu menjaga keberlanjutan pembangunan, meningkatkan kualitas layanan publik, serta mendorong pertumbuhan kota yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Edi yang juga selaku Ketua Komwil V APEKSI, Kamis (21/5/2026).

Kapasitas struktur keuangan yang mandiri dan kuat menjadi kunci utama bagi setiap pemerintah kota untuk mempercepat realisasi program kerja yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Para kepala daerah akan saling bertukar pikiran mengenai langkah-langkah inovatif dalam menggali potensi pendapatan asli daerah tanpa memberikan beban berlebih kepada warga sipil.

Selain berbagi praktik terbaik, forum APEKSI ini juga ditargetkan mampu melahirkan rekomendasi kebijakan strategis yang bisa diterapkan secara komprehensif di wilayah Kalimantan.

Pihak penyelenggara meyakini bahwa kolaborasi antardaerah yang solid akan melahirkan solusi konkret atas berbagai tantangan fluktuasi ekonomi yang kerap membelit kawasan perkotaan.

Seluruh rumusan dari hasil rapat kerja tata kelola keuangan ini nantinya akan disuarakan hingga ke tingkat nasional sebagai wujud kontribusi nyata pemerintah daerah di pulau Kalimantan.

Langkah konsolidasi kekuatan ekonomi antardaerah ini dipastikan akan membawa dampak jangka panjang yang positif bagi iklim investasi di seluruh penjuru kota se-Kalimantan.

(*Red)

Exit mobile version