Ia memaparkan betapa pentingnya peran biofuel dan drop-in fuels sebagai jembatan masa transisi. Lebih dari itu, transformasi hijau tak lagi sebatas wujud kepatuhan pada regulasi, tetapi merupakan kebutuhan mendesak peradaban industri global masa kini.
Pada tataran praktik, Pertamina telah mengeksekusi sejumlah langkah nyata. Di sektor transportasi darat, perseroan membangun pabrik bioetanol terintegrasi di wilayah Glenmore, Banyuwangi, guna memperkukuh ketahanan energi domestik, sekaligus menyiapkan ekosistem kendaraan listrik bersama Indonesia Battery Corporation (IBC).
Sementara itu, untuk moda transportasi laut yang kerap menantang dalam hal dekarbonisasi, Pertamina merintis inovasi dual fuel, implementasi green ammonia, hingga instalasi panel surya mandiri pada dek armada kapal mereka.
Tak ketinggalan, inovasi turut menyentuh langit melalui maskapai Pelita Air yang kini memelopori pemanfaatan Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbasis minyak jelantah, demi menekan laju emisi karbon di jagat aviasi.[dit]
