JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Anggota Komisi XII DPR RI, Syafruddin, mendesak pemerintah segera melakukan intervensi konkret untuk menstabilkan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang mengalami penurunan tajam di tingkat petani.
Penurunan harga tersebut disebut mulai terjadi setelah pemerintah mengumumkan pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dirancang menjadi eksportir tunggal komoditas sumber daya alam (SDA) strategis guna mengatasi praktik under invoicing dan memperkuat tata niaga ekspor nasional.
Syafruddin menilai, tujuan pembentukan DSI sejatinya baik untuk memperbaiki tata kelola perdagangan komoditas nasional. Namun, implementasi kebijakan tersebut tidak boleh justru menimbulkan ketidakpastian pasar dan merugikan petani sawit.
“Keberadaan DSI seharusnya mampu mengerek harga jual tandan sawit petani, bukan malah menjadi benalu baru dalam rantai distribusi. Jangan sampai kebijakan yang dibuat negara justru memperlemah posisi petani di lapangan,” tegasnya di Jakarta, Sabtu (23/5/2026)..
Ia menyoroti anjloknya harga TBS di sejumlah daerah yang dinilai sudah berada di bawah kewajaran. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap pendapatan petani rakyat yang selama ini menjadi tulang punggung industri sawit nasional.
