KUBU RAYA, FAKTANASIONAL.NET – Bupati Kubu Raya Sujiwo menegaskan bahwa puluhan hewan kurban Pemkab Kubu Raya pada perayaan Iduladha 1447 Hijriah sama sekali tidak menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.
Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Sujiwo di sela prosesi pemotongan hewan kurban yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Kubu Raya pada Kamis (28/5/2026).
Sujiwo memaparkan bahwa dari total 23 ekor sapi kurban yang terkumpul sebanyak 21 ekor di antaranya merupakan murni hasil swadaya para aparatur sipil negara.
Puluhan ekor sapi tersebut merupakan hasil iuran bersama dari jajaran organisasi perangkat daerah di lingkungan kerja Pemerintah Kabupaten Kubu Raya.
Langkah pengadaan hewan kurban secara mandiri ini diambil sebagai bentuk kepedulian sosial yang nyata dari para abdi negara kepada masyarakat setempat.
“Hasil gotong royong para OPD. Ada yang sistemnya arisan, ada juga yang melalui pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Jadi ini benar-benar tidak menggunakan APBD,” tegas Sujiwo dengan bangga.
Pengadaan hewan kurban Pemkab Kubu Raya tahun ini juga mendapat tambahan berupa bantuan kemasyarakatan dari Presiden Republik Indonesia yang bersumber dari anggaran negara.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat turut menyumbangkan bantuan sapi kurban untuk melengkapi total hewan yang akan didistribusikan kepada warga Kubu Raya tersebut.
Satu ekor sapi dari total puluhan hewan kurban tersebut dipotong secara langsung oleh panitia di area halaman Kantor Bupati Kubu Raya.
Sujiwo memastikan proses distribusi daging kurban akan menyasar langsung kelompok masyarakat yang paling membutuhkan di sekitar lingkungan kerja pemerintahan.
Sujiwo memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kepala dinas dan jajaran staf yang telah rela menyisihkan sebagian penghasilannya demi pelaksanaan ibadah tahunan ini.
Ia sangat berharap semangat pengorbanan para pegawai negeri tersebut mampu membawa keberkahan dan kelancaran dalam menjalankan setiap tugas kedinasan sehari-hari.
“Mudah-mudahan dengan semangat berkorban ini, seluruh ASN dijaga dalam menjalankan tugas kedinasan, terhindar dari mara bahaya, bencana, wabah penyakit, dan hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.
(*Red)
