“Jemaah kami imbau untuk tetap menjaga kesehatan, cukup beristirahat, dan mengikuti arahan petugas. Mulai 1 Juni, proses kepulangan jemaah ke Tanah Air akan berlangsung secara bertahap hingga 30 Juni,” tuturnya menjelaskan.
Menteri Haji dan Umrah menambahkan bahwa selesainya aktivitas di Mina bukan berarti tugas kementerian telah usai. Pihak kementerian akan segera menggelar evaluasi total terhadap seluruh aspek pelayanan untuk dijadikan cetak biru perbaikan bagi operasional haji pada periode mendatang.
Apalagi, pada tanggal 29 Mei 2026, Kementerian Haji dan Umrah telah menerima dokumen informasi awal serta linimasa penyelenggaraan haji 2027 dari Pemerintah Arab Saudi. Data awal ini akan langsung digunakan sebagai landasan kerja komprehensif untuk merancang persiapan haji tahun depan secara lebih dini.
Kementerian Haji dan Umrah bersama DPR RI juga menegaskan komitmen mereka untuk memperkuat kemitraan strategis demi mematangkan operasional haji 2027.
Pengalaman pengelolaan pada musim haji 2026 membuktikan bahwa manajemen waktu persiapan yang lebih awal memberikan dampak positif yang sangat signifikan terhadap keteraturan operasional, standar mutu layanan, serta kesiapan mental seluruh komponen petugas.
“Evaluasi dan persiapan harus dilakukan sejak dini. Pengalaman tahun ini menunjukkan bahwa persiapan lebih awal memberikan dampak besar terhadap keteraturan, kualitas layanan, dan kesiapan seluruh unsur penyelenggara. Kita ingin penyelenggaraan haji 2027 menjadi lebih baik, lebih tertata, ramah lansia, serta semakin menghadirkan layanan yang aman dan membahagiakan jemaah,” pungkas Irfan Yusuf.
Baca Juga: H-2 Puncak Haji, Kementerian Haji dan Umrah Matangkan Mitigasi dan Tertibkan Tenda Jemaah
