“Orang di Spanyol sangat menghargai. Apa-apa yang terkait dengan handmade, buatan tangan, yang bukan buatan industri, mereka sangat mengapresiasi,” tuturnya.
Salah seorang diaspora Indonesia yang ikut mengoordinasikan kegiatan di lapangan, Carmen, mengungkapkan bahwa kehadiran stan Indonesia dirancang untuk menghadirkan pengalaman langsung mengenai keunikan budaya Nusantara kepada warga lokal di Spanyol.
“Kita bawa sedikit Indonesia, miniatur Indonesia ke sini, ke Alcalá de Henares,” ujar Carmen.
Ia menambahkan bahwa melalui stan tersebut, para pengunjung dapat melihat secara dekat kain batik tradisional, aneka kerajinan khas daerah, sekaligus mencicipi berbagai ragam kuliner Nusantara yang selama ini masih jarang ditemui di pasar Spanyol.
Melalui partisipasi dalam festival La Noche en Blanco ini, Carmen berharap pemahaman masyarakat Spanyol terhadap keragaman Indonesia dapat semakin luas, sehingga hubungan emosional antarmasyarakat kedua negara terjalin semakin kuat di masa depan.
“Terus kita mau kenalin negara Indonesia ke orang Spanyol. Semoga semuanya suka dan menikmati acara ini La Noce Blanco dari Indonesia ke Madrid,” pungkas Carmen.
