RANGKASBITUNG, FAKTANASIONAL.NET – Anggota Komisi X DPR RI, Bonnie Triyana menghimpun elemen masyarakat Banten untuk menyalakan kembali sprit perjuangan dan ajaran-ajaran Bung Karno melalui berbagai kegiatan di Bulan Bung Karno, Juni 2026.
Bonnie Triyana merancang banyak agenda krusial beramaa Program Aspirasi. Acara akan dipusatkan di Museum Multatuli yang penuh sejarah.
Berbagai kegiatan yang siap dihelat, mulai dari pameran foto, surat dan komik Bung Karno, Festival Kuliner Mustikarasa, diskusi pemikiran Bung Karno, hingga Istigasah Haul Bung Karno.
Bonnie Triyana mengatakan, Museum Multatuli dipilih sebagai pusat penyelenggaraan, karena selama ini telah menjadi ruang publik yang mempertemukan pegiat kebudayaan, sejarah, dan generasi muda.
Sebagai sejarawan, Bonnie menegaskan sejak berdiri pada 2018, Museum Multatuli telah menjadi titik temu pegiat kebudayaan dan aktivitas sosial di Rangkasbitung.
“Museum tak hanya menjadi ruang publik untuk belajar sejarah kolonialisme, tetapi juga arena pertukaran gagasan dan kreativitas anak-anak muda. Karena itu, perhelatan Bulan Bung Karno sangat cocok diadakan di Museum Multatuli,” kata Bonnie dalam keterangannya, Minggu (31/6/2026).
Sementara itu, kegiatan Istigasah Haul Bung Karno akan digelar di Menes, Kabupaten Pandeglang.
“Kegiatan haul Bung Karno akan diselenggarakan di Menes, Pandeglang karena sejak dulu Menes dikenal sebagai pusat spiritualnya Banten,” ujarnya.
Bonnie menjelaskan Bung Karno memiliki jejak sejarah yang cukup kuat di wilayah Banten, khususnya Kabupaten Lebak.
Menurut dia, Bung Karno tercatat setidaknya tiga kali mengunjungi wilayah Lebak, yakni pada 1943 saat berkunjung ke Bayah, kemudian pada 1951 untuk meninjau kondisi masyarakat, dan pada 1957 ketika menyampaikan pidato tentang Front Nasional di Alun-Alun Rangkasbitung.
Bonnie menilai banyak pemikiran Bung Karno yang masih relevan untuk menjawab tantangan zaman saat ini, termasuk dalam menyikapi dinamika geopolitik internasional.
“Banyak ajaran Bung Karno yang masih relevan sampai hari ini. Lihatlah betapa gamangnya sikap pemerintah ketika menghadapi situasi geopolitik dewasa ini. Bung Karno mengajarkan keteguhan hati dalam membela kemerdekaan bangsa-bangsa jajahan sebagaimana yang diperlihatkan dalam Gerakan Asia Afrika. Itu satu dari sekian banyak teladan dari ajaran dan sikap politik Bung Karno,” ujarnya.
Bonnie berharap Bulan Bung Karno dapat menjadi sarana bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal lebih dekat pemikiran dan keteladanan sang proklamator.
“Kami berharap masyarakat, khususnya anak muda, mengenal ajaran Bung Karno dan memetik pelajaran darinya. Pendekatan budaya populer menjadi penting hari ini karena dengan jalan itulah kita bisa merangkul kalangan muda untuk mencintai sejarah bangsanya dan meneladani tokoh pendiri bangsanya,” katanya.
Ketua Panitia Bulan Bung Karno 2026 Ubaidilah Muchtar mengatakan kegiatan tersebut diselenggarakan untuk membagikan semangat, inspirasi, dan pemikiran Bung Karno kepada masyarakat luas.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Bung Karno tidak hanya milik PDI Perjuangan semata, tetapi milik seluruh rakyat Indonesia,” kata Ubaidilah.
Ubaidilah menjelaskan salah satu kegiatan unggulan adalah Festival Kuliner Mustikarasa yang terinspirasi dari buku resep legendaris yang digagas Bung Karno.
“Pada 1960 Bung Karno meminta Menteri Pertanian mengumpulkan resep masakan dari seluruh Indonesia. Hasilnya adalah buku Mustikarasa yang terbit pada 1964. Kami ingin membagikan semangat itu melalui Festival Kuliner Mustikarasa sekaligus mendorong keberagaman usaha kecil dan menengah di Kabupaten Lebak,” ujarnya.
Selain festival kuliner, panitia juga menyiapkan pameran foto, surat-surat, dan komik Bung Karno serta berbagai diskusi yang membahas pemikiran Presiden pertama Republik Indonesia tersebut.
Ubaidilah mengatakan pihaknya menargetkan 50 ribu pengunjung selama penyelenggaraan kegiatan.
“Target utama kami adalah masyarakat Banten dan warga Jabodetabek yang ingin mengisi waktu liburan di Rangkasbitung dan Pandeglang,” katanya.
