Beliau juga membagikan kisah inspiratif Sahabat Abdullah bin Mas’ud yang selalu rutin melakukan muhasabah harian—bukan sekadar evaluasi tahunan—guna merenungi jatah usia yang terus berkurang.
Selain teguran sosial, majelis ilmu ini turut mengenang jejak dakwah Al-Habib Muhammad bin Salim bin Hafidz, ayahanda dari Al-Habib Umar.
Ustadz Ilham menceritakan keteguhan sang ulama yang rela diculik hingga wafat demi menyuarakan kebenaran agama.
Sebagai solusi menghadapi beratnya tantangan akhir zaman, umat Islam disarankan untuk mengisi sisa umur dengan ibadah yang totalitas.
Pesan khusus dari Syekh Samman Al-Madani turut digaungkan malam itu, yakni memperbanyak amalan istigfar dan selawat sebagai kunci kebahagiaan hidup yang sejati.
Turut hadir dalam perkumpulan yang diinisiasi oleh keluarga Wendi Abdurrahman ini, sejumlah tokoh penting seperti Kepala Kemenag Hulu Sungai Selatan Guru Haji Burhan Nur, Habib Abdurrahman Al Habsyi, dan Ustaz Nasrullah.
Acara religius ini kemudian ditutup dengan doa bersama untuk memohon ampunan, kesehatan, serta perlindungan dari musibah.[dit]
