Daerah  

Tuntut Komitmen Bulog, Petani Blora Gelar Aksi Tumpah Tebu di Depan Gerbang PG GMM

Aksi damai tersebut digelar para petani lokal sebagai bentuk protes dan tuntutan komitmen kepada Perum Bulog menyusul berhentinya operasional mesin giling pabrik yang memicu kerugian di tingkat petani./fb bulog.

FAKTANASIONAL.NET — Ratusan petani tebu menggelar aksi protes dengan menumpahkan ribuan batang tebu di depan gerbang Pabrik Gula Gendhis Multi Manis (PG GMM), Desa Tinapan, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Senin (1/6/2026).

Aksi dramatis ini dilakukan dengan cara menumpahkan muatan tebu secara hidrolik dari bak-bak truk secara bergantian sebagai simbol kekecewaan atas lumpuhnya operasional pabrik.

Perwakilan petani tebu Blora, Anton Sudibyo, menjelaskan bahwa aksi ini merupakan langkah desakan untuk menagih realisasi janji dan komitmen Perum Bulog selaku induk perusahaan yang sebelumnya telah disepakati bersama para petani.

Macetnya aktivitas penggilingan di PG GMM dinilai langsung memicu kerugian material yang besar bagi sektor hulu.

“Kami berharap agar perjuangan yang dilakukan dapat menjadi jalan keluar sehingga petani tebu di Kabupaten Blora tidak mengalami kerugian. Kami berharap agar aspirasi petani dapat sampai kepada Presiden RI dan memperoleh perhatian serta solusi yang konkret,” ujar Anton di lokasi aksi.

Baca Juga: Minyakita Dibilang Aman, Jangan Sampai Pedagang Jadi Tumbal BULOG

Anton menambahkan, tuntutan ini juga menjadi refleksi dukungan petani lokal terhadap target swasembada gula nasional yang dicanangkan pemerintah. Para petani mengancam, jika Bulog tidak memberikan respons dan solusi konkret dalam waktu dekat, mereka siap memberangkatkan massa untuk menggelar aksi lanjutan di Jakarta.

Di lokasi yang sama, perwakilan Front Blora Selatan (FBS), Exi Wijaya, memastikan gerakan penumpahan komoditas ini berjalan tertib tanpa anarkisme. “Aksi kami adalah aksi damai, tumpahkan kekesalan kalian di depan sini,” seru Exi di hadapan massa aksi.

Manajemen PG GMM Upayakan Dialihkan ke Pabrik Lain

Merespons gelombang protes tersebut, Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama PG GMM, Sri Emilia Mudiyanti, membenarkan bahwa fasilitas mesin penggilingan di pabriknya saat ini sedang tidak beroperasi karena kendala teknis internal yang tengah dievaluasi.

Sebagai langkah mitigasi darurat, Emilia menyatakan manajemen telah menerjunkan tim khusus sejak pekan lalu untuk mendata sebaran lahan tebu rakyat agar bisa segera dialihkan ke pabrik gula aktif terdekat lainnya.

Exit mobile version