DHAHIYA, FAKTANASIONAL.NET – Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz, mengumumkan memberikan izin kepada IDF untuk melancarkan serangan ke Dhahiya, Lebanon Selatan.
Israel meminta warga Lebanon Selatan, khususnya di Dhahiya segera di evakuasi ke tempat lain, serangan akan dimulai.
6 Jam setelah pengumuman ini, Iran mengumumkan bahwa jika Israel menargetkan Dhahiya, maka Iran akan membombardir Israel Utara, dan Iran tidak peduli dengan gencatan senjata.
Iran meminta warga Israel di Israel Utara untuk segera di evakuasi, karena begitu Israel membombardir wilayah Dhahiya, maka balistik Iran akan segera mendarat di Israel Utara, Galilea, dst.
Setelah ancaman ini, Israel sampai saat ini belum menyerang wilayah Dhahiya, Israel kabarnya menerima tekanan dari Trump untuk tidak menyerang Lebanon Selatan.
Dalam kontak telpon antara Netanyahu dan Trump bahkan Trump memaki Netanyahu dengan kalimat kasar.
“Bangsat, kamu terus menerus membuat saya kesulitan, kalau tanpa saya, kamu sudah masuk penjara. Israel sekarang paling dibenci di dunia, dan Kamu paling dibenci oleh manusia di planet ini,” kata Trump. Percakapan ini dikutip oleh media Axios.
Perseteruan Netanyahu dan Trump ini terjadi, karena Trump menginginkan Lebanon tenang tanpa perang agar bisa negosiasi dengan Iran. Sedangkan Netanyahu menginginkan perang berlanjut di Lebanon dengan tujuan kepentingan politik domestik Netanyahu untuk pemilu Israel Oktober nanti.
