Proyek Pusat Data Nasional Dibiayai dan Digarap Prancis, Hari SDR: Kedaulatan Digital Indonesia Terancam!

“Ironisnya, proyek bernilai triliunan rupiah dengan teknologi asing justru bisa lumpuh akibat ransomware. Ini menunjukkan ada persoalan besar dalam desain keamanan, tata kelola, dan kesiapan SDM nasional,” tegasnya.

Pria berjenggot lebat ini juga menyoroti lemahnya koordinasi antar lembaga negara dalam pembangunan ekosistem digital nasional. Menurutnya, proyek sebesar PDN seharusnya melibatkan secara penuh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), perguruan tinggi nasional, serta perusahaan teknologi dalam negeri.

“Kalau proyek strategis digital nasional hanya menjadi pasar vendor asing, maka Indonesia hanya akan menjadi konsumen teknologi selamanya,” katanya.

Selain itu, Hari mengingatkan bahwa data di era modern telah menjadi sumber kekuatan ekonomi dan geopolitik baru.

“Data hari ini adalah new oil. Negara yang menguasai data akan menguasai ekonomi digital, keamanan nasional, bahkan arah politik masa depan. Karena itu PDN harus dipandang sebagai instrumen kedaulatan nasional, bukan sekadar proyek konstruksi,” ujarnya.

Meski demikian, pemerintah sebelumnya menyatakan pemilihan skema pembiayaan dan kerja sama dengan Prancis dilakukan karena kebutuhan teknologi tinggi, percepatan pembangunan, dan standar keamanan internasional.

Namun bagi SDR, pemerintah harus memastikan adanya transfer teknologi nyata serta peningkatan kapasitas SDM nasional agar Indonesia tidak terus bergantung pada pihak luar.

“Kita tidak anti kerja sama asing. Tetapi kerja sama harus menghasilkan transfer teknologi, kemandirian digital, dan penguatan industri nasional. Jangan sampai yang tumbuh justru ketergantungan digital baru,” pungkas Hari Purwanto.

Berbagai persoalan PDN mulai dari keterlambatan pembangunan, lemahnya backup data, ketergantungan vendor asing, hingga serangan siber kini menjadi ujian besar bagi agenda transformasi digital Indonesia.

Di tengah ambisi membangun pemerintahan digital modern, publik kini mempertanyakan satu hal mendasar: apakah Indonesia sedang membangun kedaulatan digital nasional, atau justru memperbesar ketergantungan teknologi terhadap asing.

Exit mobile version