Tiga Tahun Menjelang Pemilu 2029: Manuver Politik Jokowi Besarkan PSI Dinilai Keliru

Presiden Jokowi meresmikan RS Mayapada Hospital Nusantara milik salah satu orang terkaya di Indonesia/BPMI Setpres.

Erizal menegaskan bahwa komitmen total dan kerja keras Jokowi dalam mengupayakan kemenangan PSI sejauh ini belum mampu menghasilkan lonjakan suara yang masif dan terukur.

Kalkulasi politik yang kurang tepat ini rupanya tidak hanya berhenti pada masalah branding, melainkan menjalar ke persoalan integrasi massa.

Hampir setahun bernaung di bawah panji PSI, Jokowi tampak masih kesulitan meleburkan gerbong relawannya secara organik ke dalam struktur hierarki partai.

Publik bahkan sempat disuguhkan dengan fenomena silang pendapat antara simpatisan relawan dengan fungsionaris PSI.

Kebijakan ini secara tidak langsung menciptakan kegamangan di basis massa loyalis Jokowi, seperti organ relawan Projo.

Kegelisahan tersebut sempat memicu wacana eksodus massal para relawan untuk menyeberang ke Partai Gerindra, meskipun rencana itu pada akhirnya menguap.

Konklusi akhir Erizal menyatakan bahwa membesarkan sebuah entitas partai yang benar-benar baru sejatinya jauh lebih rasional dibanding memoles ulang mesin politik lama yang citranya sudah terlampau kaku.[dit]