Daerah  

Lontarkan Abu Ribuan Meter PVMBG Tetapkan Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki Berstatus Siaga

Abu vulkanik membumbung tinggi dari area kawah menyusul peningkatan aktivitas vulkanik pada gunung api di Kabupaten Flores Timur. (Dok. Ist)

FAKTANASIONAL.NET – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mengimbau masyarakat terdampak abu vulkanik akibat Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur untuk segera menggunakan masker pelindung.

Imbauan mitigasi bencana alam tersebut disampaikan menyusul terjadinya letusan pada Minggu pukul 09.23 WITA dengan tinggi kolom abu mencapai 1.500 meter di atas puncak.

Petugas Pos Pemantau Gunung Lewotobi Laki-Laki Nurjansyah Dwi Laksona mengingatkan seluruh warga untuk memprioritaskan langkah perlindungan sistem pernapasan dari paparan langsung material vulkanik berbahaya.

“Masyarakat yang terdampak hujan abu Gunung Lewotobi Laki-laki agar memakai masker atau penutup hidung dan mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan,” kata Nurjansyah Dwi Laksona dalam laporan aktivitas gunung api yang diterima di Kupang, Minggu.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi melaporkan bahwa kolom abu dari lubang kepundan terpantau berwarna kelabu dengan intensitas tebal yang bergerak mengarah ke sisi barat dan barat laut.

Peristiwa letusan tersebut terekam sangat jelas pada alat seismograf dengan tingkat amplitudo maksimum mencapai 29,6 milimeter selama rentang durasi sekitar satu menit 44 detik.

Status tingkat aktivitas vulkanik pada gunung api di wilayah Nusa Tenggara Timur tersebut saat ini masih ditetapkan berada pada Level III atau dalam kategori Siaga.

Otoritas pengawasan gunung api secara tegas melarang seluruh warga maupun wisatawan untuk melakukan berbagai macam aktivitas fisik di dalam radius lima kilometer dari titik pusat letusan.

Masyarakat luas juga diminta untuk tetap bersikap tenang serta selalu mematuhi seluruh arahan keselamatan resmi dari jajaran instansi pemerintah daerah setempat.

Setiap warga dilarang keras untuk menyebarkan atau mempercayai informasi liar mengenai aktivitas vulkanik yang berasal dari sumber tidak resmi karena dapat memicu kepanikan massal.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi turut mengingatkan ancaman potensi bencana aliran banjir lahar pada sungai yang berhulu langsung dari area puncak gunung.

Potensi bencana susulan mematikan tersebut sangat rawan terjadi apabila kawasan lereng atas gunung diguyur hujan dengan intensitas lebat dalam durasi waktu yang cukup lama.

Ancaman bahaya aliran lahar hujan tersebut harus diwaspadai secara khusus oleh penduduk yang bermukim di wilayah Dulipali Padang Pasir Nobo Nurabelen Klatanlo Hokeng Jaya Boru dan Nawakote.

Pemerintah daerah tingkat kabupaten didesak untuk terus meningkatkan intensitas koordinasi bersama Pos Pengamatan di Desa Pululera maupun kantor pusat pemantauan geologi di Bandung.

Intensitas Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki dengan lontaran material abu setinggi ribuan meter tercatat semakin sering terjadi dalam beberapa hari terakhir yang menunjukkan adanya suplai magma berkelanjutan.

(*Red)

Exit mobile version