Pemahaman tersebut membawa kita pada fakta bahwa penyempurnaan regulasi akan memberikan manfaat yang jauh lebih besar apabila didukung oleh institusi yang terus melakukan reformasi secara konsisten.
PRESISI dan Kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Dalam pandangan Haidar Alwi, pembahasan RUU Polri hadir pada momentum yang tepat. Sebab revisi ini dilakukan ketika Polri sedang menjalankan salah satu fase transformasi terbesar dalam sejarah reformasi kepolisian Indonesia melalui program PRESISI yang dipimpin Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Berbagai pembaruan di bidang pelayanan publik, digitalisasi sistem kepolisian, transparansi pelayanan, penguatan pengawasan internal, penanganan kejahatan siber, hingga peningkatan kecepatan respons terhadap laporan masyarakat menunjukkan bahwa reformasi Polri tidak berhenti sebagai slogan. Reformasi tersebut telah menjadi budaya kerja yang terus berkembang di berbagai lini organisasi.
Haidar Alwi menilai kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo berhasil membawa Polri semakin dekat dengan masyarakat. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi, Polri mampu menjaga stabilitas keamanan nasional sekaligus mendukung berbagai program strategis pemerintah yang menyentuh langsung kehidupan rakyat.
Hal itu tercermin dalam Survei Haidar Alwi Institute beberapa bulan lalu yang menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri mencapai 83,6 persen.
Bagi Haidar Alwi, angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan cerminan pengalaman nyata masyarakat yang semakin merasakan manfaat pelayanan kepolisian.
“Saya melihat Jenderal Listyo Sigit Prabowo berhasil membangun fondasi reformasi yang nyata melalui PRESISI. Reformasi yang baik bukan reformasi yang banyak berbicara tentang perubahan, tetapi reformasi yang membuat masyarakat benar-benar merasakan perubahan itu dalam kehidupan sehari-hari. Karena itulah kepercayaan publik terhadap Polri terus meningkat,” jelas Haidar Alwi.
Menurut Haidar Alwi, kepercayaan publik tidak mungkin dibangun hanya melalui komunikasi atau pencitraan. Kepercayaan lahir dari kerja nyata, konsistensi pengabdian, serta keberanian melakukan pembenahan secara berkelanjutan.
Mari Berdoa Bersama untuk Polri dan Indonesia.
Di atas segala dinamika yang menyertai proses legislasi, terdapat satu tujuan yang seharusnya menyatukan seluruh anak bangsa, yaitu menghadirkan sistem keamanan yang semakin kuat, profesional, dan mampu melindungi rakyat Indonesia. DPR sedang menjalankan tugas konstitusionalnya, pemerintah sedang menjalankan tanggung jawab kenegaraannya, dan Polri terus menjalankan pengabdiannya kepada masyarakat.
Karena itu, Haidar Alwi mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersama-sama memanjatkan doa terbaik agar seluruh tahapan pembahasan RUU Polri, mulai dari Panja, Tim Perumus, Tim Sinkronisasi, pengambilan keputusan tingkat I, hingga Rapat Paripurna dan pengesahan menjadi Undang-Undang, dapat berlangsung lancar, bijaksana, dan menghasilkan keputusan terbaik bagi bangsa.
Haidar Alwi juga mengajak masyarakat untuk mendoakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta seluruh jajaran Polri yang setiap hari mengemban amanah menjaga keamanan bangsa. Di balik setiap seragam yang dikenakan, terdapat pengabdian panjang, tanggung jawab besar, dan harapan jutaan rakyat yang ingin hidup aman dan tenteram.
“Mari kita kesampingkan prasangka dan memperbanyak doa. Sebab keamanan yang kuat bukan hanya lahir dari undang-undang yang baik, tetapi juga dari kepercayaan rakyat yang terus dijaga,” ungkapnya.
“Kita doakan agar seluruh tahapan pembahasan hingga pengesahan RUU Polri berjalan sukses, serta kita doakan Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan seluruh anggota Polri senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kebijaksanaan dalam menjalankan tugasnya.”
“Ketika Polri kuat, profesional, dan dipercaya rakyat, maka Indonesia akan memiliki fondasi yang kokoh untuk melangkah menuju masa depan yang lebih aman, lebih maju, dan lebih sejahtera,” pungkas Haidar Alwi.









