FAKTANASIONAL.NET – Manajemen Mukti Plantation menggelar kegiatan bincang pagi bersama elemen pimpinan kecamatan dan kepala desa di Kabupaten Melawi untuk mencegah potensi konflik sosial perkebunan.
Pertemuan yang berlangsung di sebuah kafe kawasan Kota Baru Kecamatan Tanah Pinoh ini difokuskan untuk mengurai berbagai masalah klasik seperti tumpang tindih lahan hingga pembagian sisa hasil usaha.
Manajer Eksternal Relation Mukti Plantation Suhadi Sw menjelaskan bahwa dialog lintas sektor ini sangat krusial untuk menyelesaikan potensi masalah kemasyarakatan sejak dini tanpa harus menempuh jalur formal.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah yang bersih dan pengusaha yang tertib menyalurkan tanggung jawab sosial untuk membangun fasilitas umum bagi masyarakat luas.
“Oleh karenanya mari kita bersatu padu saling mendukung, saling mengingatkan dan saling berkontribusi agar negara kita semakin kokoh, jika ada hal-hal yang perlu dibicarakan mari kita bicarakan dengan kepala dingin dan hati yang lapang, tidak perlu harus melakukan tindakan yang justru akan menjerat dirinya sendiri.”
Camat Tanah Pinoh Budiman menyambut baik inisiatif pihak perusahaan dan meminta agar forum komunikasi tatap muka ini dapat dijadikan sebagai agenda rutin kewilayahan.
“Pertemuan hari ini jangan sampai berhenti sampai di sini, tetapi perlu ada pertemuan berikutnya mungkin dua bulan atau tiga bulan sekali, hal ini penting agar apabila pihak perusahaan ada kebijakan yang telah diformulasikan tidak terjadi kesalahpahaman.”
Ia menilai wadah diskusi ini sangat penting untuk menampung keluhan warga sekaligus memetakan penyelesaian konflik sosial perkebunan di luar instrumen pengadilan.
“Banyak permasalahan sosial yang penyelesaiannya tidak harus melalui peradilan, tetapi bisa dilakukan secara restorative justice, namun jika masalahnya berulang dengan pelaku yang sama maka kami siap mendukung langkah yang dilakukan oleh perusahaan.”
Pada kesempatan yang sama perwakilan kepala desa turut menyampaikan apresiasi atas respons cepat pihak perusahaan dalam merealisasikan bantuan fisik seperti perbaikan infrastruktur jalan.
Warga desa juga telah merasakan manfaat langsung dari program beasiswa pendidikan tinggi di Pontianak dan Singkawang serta pemberian bantuan bibit peternakan oleh manajemen.
Area Manajer Mukti Plantation Melawi Rudolf Sihombing secara proaktif menawarkan program pelatihan tata cara berkebun kelapa sawit yang efisien kepada masyarakat setempat.
Tawaran edukasi ini direspons sangat positif oleh para aparatur desa agar warga lokal mampu mengelola lahan kelapa sawit secara maksimal dan tidak salah dalam memilih bibit unggul.
(*Red)
