“Somalia adalah milik kita, baik dalam keadaan baik maupun buruk. Saya ingin mengatakan kepada anak-anak muda agar tidak kehilangan harapan terhadap negara kita. Saya sekarang berada di negara saya dan tidak ada tempat lain yang ingin saya tinggali,” tegasnya.
Solidaritas Publik dan Dukungan Diplomatik
Aksi solidaritas spontan segera meluas di Mogadishu. Ribuan warga memadati salah satu stadion setempat untuk memberikan penghormatan langsung kepada Artan yang hadir sebagai tamu kehormatan dalam sebuah pertandingan lokal.
Berbagai tokoh dunia, termasuk Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dan Perdana Menteri Somalia Hamza Abdi Barre, turut menyampaikan simpati mendalam mereka secara terbuka.
“Dia telah memenangkan hati jutaan orang dan mengamankan tempatnya dalam sejarah. Impian mungkin tertunda, tetapi tidak pernah terkalahkan,” tulis PM Hamza Abdi Barre melalui akun media sosial resminya.
Kasus penolakan ini juga memicu sorotan tajam terhadap kebijakan pembatasan perjalanan (travel ban) ketat yang diterapkan AS terhadap 12 negara, termasuk Somalia.
Kementerian Luar Negeri Somalia menyatakan penyesalan mendalam atas insiden ini.
Pihak kementerian mengungkapkan bahwa berbagai upaya diplomatik—termasuk membekali Artan dengan paspor diplomatik khusus—telah diupayakan secara maksimal agar sang wasit bisa melenggang ke turnamen, namun seluruh upaya tersebut tetap berujung jalan buntu.
Di sisi lain, juru bicara FIFA telah mengonfirmasi bahwa Omar Artan dipastikan absen dari seluruh rangkaian pelatihan dan penugasan sepanjang pergelaran Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Baca Juga: Motorola Razr Edisi Khusus FIFA World Cup 2026 Segera Meluncur
