-
Green tea biasa hanya mengandung sekitar 11 hingga 25 miligram (mg) kafein per gram.
-
Matcha memiliki kadar kafein yang jauh lebih tinggi, yaitu sekitar 19 hingga 44 mg per gram (bahkan bubuk murninya bisa mengandung hingga 70 mg kafein). Hal ini terjadi karena seluruh bagian daun ikut larut ke dalam cangkir Anda.
4. Kadar Antioksidan
Meskipun keduanya dikenal sebagai gudang antioksidan (terutama zat katekin dan EGCG), matcha keluar sebagai pemenangnya. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa konsentrasi EGCG pada matcha bisa tiga kali lebih tinggi dibandingkan dengan teh hijau biasa. Antioksidan ini sangat krusial untuk menangkal stres oksidatif dan radikal bebas pemicu penyakit kronis.
5. Efek bagi Manfaat Kesehatan
Karena konsentrasi nutrisinya berbeda, dampak yang diberikan ke tubuh pun memiliki sedikit variasi:
-
Manfaat Green Tea: Sangat baik untuk mendukung kesehatan jantung, mengontrol kadar kolesterol, menjaga fungsi otak, serta merawat kesehatan usus dan gigi.
-
Manfaat Matcha: Memberikan efek yang serupa namun lebih kuat (concentrated). Matcha dinilai lebih efektif dalam meningkatkan fokus/konsentrasi kognitif, mengurangi tingkat stres, serta menekan peradangan di dalam tubuh.
6. Ritual dan Cara Penyajian
-
Menyajikan green tea sangat praktis, cukup menyeduh daun kering atau teh celup dengan air panas selama beberapa menit.
-
Menyajikan matcha membutuhkan alat khusus seperti pengocok bambu (chasen atau whisk) agar bubuknya larut sempurna dan tidak menggumpal dengan air panas. Selain itu, matcha sangat fleksibel untuk dijadikan bahan baku kue, smoothies, roti, hingga es krim.
7. Harga di Pasaran
Proses budidaya yang rumit (harus diteduhi sebelum dipanen) dan teknik penggilingan yang memakan waktu membuat matcha dibanderol dengan harga yang lebih mahal daripada teh hijau biasa. Harganya akan semakin tinggi jika Anda membeli kategori ceremonial grade (kualitas tertinggi yang umumnya digunakan sebagai minuman premium).
