FAKTANASIONAL.NET — Pasar keuangan domestik menunjukkan performa yang menggembirakan pada awal pekan ini. Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari Senin (15/6/2026) pukul 09.57 WIB melaju ke angka Rp 17.831 per dollar AS.
Penguatan mata uang Garuda ini menjadi sinyal positif bagi perekonomian nasional, yang juga diikuti oleh performa impresif di pasar modal. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari yang sama mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 3,43 persen hingga menembus level 6.212,34.
Bagi masyarakat yang ingin melakukan transaksi valuta asing, pergerakan nilai tukar di sejumlah bank konvensional raksasa tanah air juga mengalami penyesuaian.
Berdasarkan data pemantauan pada pukul 11.04 WIB, berikut adalah rincian kurs beli dan kurs jual mata uang dollar AS di Bank BCA, Bank Mandiri, dan Bank BNI.
Di Bank BCA, untuk transaksi e-Rate yang biasa digunakan dalam aktivitas e-banking, patokan harga beli berada di angka Rp 17.688,00 per dollar AS dan harga jual di posisi Rp 17.708,00 per dollar AS.
Sementara itu, untuk jenis transaksi TT Counter yang berlaku bagi transaksi langsung di teller cabang, serta layanan Bank Notes untuk transaksi tunai uang kertas asing, Bank BCA menetapkan harga beli yang sama yaitu Rp 17.575,00 per dollar AS dengan harga jual sebesar Rp 17.850,00 per dollar AS.
Baca Juga: Dolar Tembus Rp18.100 dan Avtur Naik, Beban Operasional Travel Umrah Bengkak Jutaan Rupiah
Pihak bank mengingatkan bahwa kurs tersebut bersifat dinamis dan nasabah disarankan menghubungi cabang terdekat untuk mendapatkan informasi kurs khusus jika bertransaksi dengan nilai nominal tertentu.
Selanjutnya, Bank Mandiri menetapkan kebijakan nilai tukar melalui kuotasi Special Rate untuk transaksi indikasi berskala besar dengan nilai di atas 25.000 dollar AS atau ekuivalennya, di mana harga beli berada di angka Rp 17.725,00 per dollar AS dan harga jual Rp 17.755,00 per dollar AS.
Untuk transaksi harian berskala kecil dan menengah melalui jalur TT Counter serta layanan fisik Bank Notes, Bank Mandiri mematok harga beli sebesar Rp 17.550,00 per dollar AS dan harga jual menyentuh Rp 17.850,00 per dollar AS.
Sementara itu, Bank BNI menawarkan kuotasi Special Rates yang berlaku sebagai indikasi transaksi melalui platform digital wondr by BNI dengan nilai beli sebesar Rp 17.700,00 per dollar AS dan nilai jual Rp 17.740,00 per dollar AS.
Bagi nasabah BNI yang menggunakan jalur konvensional TT Counter maupun menukarkan uang kertas asing lewat Bank Notes, nilai beli dipatok pada angka Rp 17.620,00 per dollar AS dengan nilai jual mencapai Rp 17.920,00 per dollar AS.
Pihak perbankan juga mengingatkan bahwa sesuai dengan aturan Bank Indonesia, setiap aktivitas pembelian valuta asing di atas ambang batas tertentu, seperti di atas ekuivalen 50.000 dollar AS per bulan di BNI, wajib menyertakan dokumen pendukung (underlying).
Secara umum, masyarakat perlu memahami perbedaan mendasar dari ketiga jenis pengelompokan kurs tersebut dalam dunia perbankan. Special rate atau e-rate merupakan nilai tukar khusus yang dinegosiasikan langsung dan umumnya dipakai untuk transaksi valas dalam volume besar agar nasabah mendapatkan harga yang lebih kompetitif.
Di sisi lain, TT Counter adalah nilai tukar standar untuk transaksi harian berskala kecil hingga menengah seperti setoran atau transfer di kantor cabang. Adapun Bank Notes secara spesifik merujuk pada penyediaan layanan jual beli bagi mata uang asing yang dilakukan secara tunai atau menggunakan uang kertas fisik.
Baca Juga: Pemkot Pontianak Mulai Laksanakan Sensus Aset Daerah Senilai Sepuluh Triliun Rupiah
