Polres Sambas Ungkap Identitas Mayat di Sungai Seburing Semparuk

Tim gabungan mengevakuasi sesosok jenazah pria tanpa identitas yang ditemukan mengapung di aliran Sungai Seburing Kecamatan Semparuk. (Dok. Ist)

SAMBAS, FAKTANASIONAL.NET – Tim Inafis Kepolisian Resor Sambas berhasil mengungkap identitas sesosok jenazah pada peristiwa penemuan mayat di Sungai Seburing Kecamatan Semparuk pada Sabtu (13/6/2026).

Korban yang awalnya ditemukan mengapung tanpa identitas tersebut teridentifikasi sebagai seorang pria asal Kelurahan Pasiran Kecamatan Singkawang Barat Kota Singkawang.

Peristiwa penemuan mayat di Sungai Seburing ini pertama kali dilaporkan oleh seorang warga bernama Reza yang sedang melintas di jembatan gantung sekitar pukul 13.12 WIB.

Saksi yang melihat sesosok tubuh telungkup di tengah sungai langsung memberitahukan warga sekitar dan meneruskan laporan ke Kepolisian Sektor Semparuk.

Merespons laporan tersebut Kepala Kepolisian Sektor Semparuk Paryanto bersama lima anggota langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.

Proses evakuasi dilakukan secara terpadu oleh personel Polsek Semparuk bersama Unit Inafis Kepolisian Resor Sambas dan anggota Tentara Nasional Indonesia.

Tim evakuasi kepolisian juga dibantu oleh petugas pencarian dari Basarnas Sintete beserta masyarakat Desa Seburing setempat.

Jenazah korban berhasil diangkat dari aliran sungai pada pukul 15.45 WIB untuk kemudian dibawa menuju Rumah Sakit Umum Daerah Pemangkat.

Saat pertama kali ditemukan oleh warga tubuh korban hanya mengenakan celana pendek berwarna biru tanpa membawa kartu identitas diri apa pun.

Unit Inafis Kepolisian Resor Sambas kemudian melakukan identifikasi ilmiah melalui pemeriksaan fisik dan pengeringan sidik jari menggunakan peralatan khusus.

Petugas kepolisian juga melakukan pencocokan sidik jari serta pencarian wajah melalui sistem pengenalan wajah guna memastikan identitas korban secara akurat.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga korban diketahui memiliki riwayat gangguan kesehatan mental dan pernah menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa Singkawang.

Keluarga juga membenarkan bahwa korban kerap pergi meninggalkan rumah seorang diri dengan berjalan kaki dan hanya mengenakan celana pendek.

Pihak keluarga yang diwakili oleh kakak kandung korban telah menyatakan menerima kejadian ini dengan ikhlas serta menolak proses autopsi.

Penolakan autopsi tersebut secara resmi disampaikan setelah pihak kepolisian memberikan penjelasan mendalam terkait prosedur dan tujuan pemeriksaan medis lanjutan.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor Sambas Sadoko Kasih Wiyono menegaskan bahwa jajarannya telah menangani insiden ini sesuai prosedur profesional.

“Kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Polri bersama instansi terkait telah melakukan evakuasi, identifikasi, serta pemeriksaan terhadap jenazah secara maksimal sehingga identitas korban dapat diketahui. Kami juga mengapresiasi peran serta masyarakat yang cepat melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian,” ujar Sadoko.

Jenazah korban akhirnya dijemput oleh pihak keluarga pada Minggu (14/6/2026) dini hari untuk dibawa pulang ke Kota Singkawang guna menjalani proses kremasi.

(*Red)

Exit mobile version